Sebagian masyarakat Indonesia, terutama di daerah pedesaan banyak yang melaksanakan acara tasyakuran, selametan atau apalah istilahnya yang diisi dengan acara tahlilan. Oleh sebagian masyarakat lain acara tahlilan dianggap sebagai perbuatan bid’ah, dan menentang acara tersebut dengan alasan TIDAK ADA DALIL/DASARNYA dalam al-Qur’an maupun hadis. Saya merenung berfikir, mereka mengatakan tahlilan adalah bid’ah dengan alasan TIDAK ADA DASAR/DALILNYA dalam al-Qur’an dan hadis. Setelah saya tanya “apakah tahlilan benar TIDAK ADA DASARNYA atau anda TIDAK TAHU DASARNYA?. Mereka menjawab dengan lantang ” TIDAK ADA DASARNYA dalam al-Qur’an maupun hadis”. Lalu saya tanya kembali “apakah anda hafal dan faham isi seluruh al-Qur’an?” apakah anda hafal dan faham isi seluruh hadis?” mereka yang menentang tahlilan ternyata tidak bisa menjawab apa-apa. Kesimpulan saya, sebenarnya alasan mereka mengatakan tahlilan bid’ah karena TIDAK ADA DASARNYA adalah salah. Seharusnya mereka mengatakan alasannya mengatakan tahlilan bid’ah adalah karena TIDAK TAHU DASARNYA.
Ironisnya lagi, ternyata orang yang sering mengatakan bid’ah, bid’ah dan bid’ah ternyata tidak tahu apa definisi bid’ah. Juga tidak faham “sesuatu” yang dikatakan bid’ah itu sebenarnya apa. Kesimpulannya, orang yang sering berpendapat yang dilakukan orang lain adalah bid’ah, orang tersebut masih dangkal pengetahuannya tentang agama. Jadi jangan mudah berpendapat “sesuatu” itu bid’ah jika belum faham. Wassalam.