Oleh: M. Asrori Ardiansyah, M.Pd
Pendidik di Malang

A. Pengertian Motivasi Belajar
Berikut adalah beberapa pengertian motivasi menurut para ahli diantaranya adalah:
1. Menurut morgan bahwa istilah motivasi ada hubungannya dengan psikologi pada umumnya. Menurut moragan motivasi bertalian pada tiga hal yang sekaligus merupakan aspek aspek dari motivasi, ketiga hal tersebut adalah keadaan yang mendorong tingkah laku (motivating state), tingkah laku yang didorong oleh keadaan tersebut (motivated behavior), tujuan dan tingkah laku tersebut (goals or ends of such behavior) (Soemanto, 1998: 203-204).
2. James O. Whittaken memberikan pengertian secara umum mengenai penggunaan istilah motivation, di bidang psikologi ia mengatakan bahwa motivasi adalah kondisi atau keadan yang mengaktifkan atau memberi dorongan kepada makhluk untuk bertingkah laku mencapai tujuan yang ditimbulkan oleh motivasi tersebut.
3. Dengan sederhana Mc Donald memberikan definisi tentang motivasi sebagai suatu perubahan tenaga di dalam diri atau pribadi seseorang yang ditandai dengan dorongan efketif dan reaksi reaksi dalam usaha mencapai tujuan.
4. Dalam hal ini (Hamalik 2000:173) mengatakan bahwa motivasi merujuk pada semua gejala yang terkandung dalam stimilasi tindakan kearah tujuan tertentu dimana sebelumnya tidak ada gerakan kearah tersebut. Sebagai suatu masalh dikelas motivasi adalah proses pembangkitan, mempertahankan dan mengontrolkan minat-minat.
Berangkat dari pengertian motivasi diatas, secara etimologi kata motivasi berasal dari bahasa Inggris, yaitu motivation yang artinya alasan atau dorongan. Tapi secara psikologi, motivasi adalah pemberian dorongan terhadap seseorang atau sekelompok orang baik baik dalam atau luar untuk mencapai tujuan.

Motivasi dalam belajar mempunyai arti membangkitkan dan memberi arah pada dorongan dorongan yang menyebabkan individu melakukan perbuatan perbuatan dalam belajar. Sebagaimana fungsi motivasi dalam proses belajar mengajar itu sendiri adalah:
a. Menimbulkan dan mengubah minat belajar mengajar.
b. Meningkatkan semngat belajar.
c. Meningkatkan perhatian siswa dalam belajar.
d. Menyediakan kondisi yang optimal bagi proses belajar.
e. Membantu siswa agar mau menemukan serta memilih jalan atau tingkah langkah yang mendukung pencapaian tujuan belajar.
Jadi bisa disimpulkan bahwa pengertian dari motivasi adalah suatu usaha yang mempunyai tujuan untuk menggerakkan, mengarahkan dan menjaga tingkah laku seseorang agar terdorong untuk mencapai tujuan tertentu.

B. Pengertian belajar
Pada dasarnya menurut pandangan skinner bahwa belajar adalah suatu prilaku. Pada saat orang belajar maka responnya menjadi baik. Sebaliknya ketika mereke tidak belajar maka responnya menurun. Karena di dalam belajar akan ditemukan adanya beberapa hal diantaranya adalah sebagai berikut:
1. Kesempatan terjadinya peristiwa yang menimbulkan respon pembelajaran
2. Respon si pembelajar
3. Konsekuensi yang bersifat menguatkan respon tertentu. Pemerkuat terjadi pada saat stimulus yang menguatkan konsekuensi tersebut. Sebagai ilustrasi perilaku respon si pembelajar yang baik diberi hadiah. Sebaliknya perilaku si pembeljar yang tidak baik diberi teguran dan hukuman (Dimyati dan Mudjiono, 1999;9).

Akan diperkuat dengan Hitzman yang berpendapat bahwa belajar itu merupakan suatu perubahan yang terjadi dalam diri organisme (manusia atau hewan) disebabkan oleh pengalaman yang dapat mempengaruhi organisme tersebut. Sementara Biggs mendefinisikan belajar dalam tiga macam rumusan, yaitu rumusan qualitative, rumusan quantitative (ditinjau dari sudut jumlah), belajar berarti kegiatan pengisian atau pengembangan kemampuan kognitif dengan fakta sebanyak banyaknya. Jadi belajar disini di pandang dari sudut berapa banyak materi yang dikuasai oleh siswa.

Berdasarkan pengertian yang telah dijabarkan di atas dapat disimpulkan secara umum bahwa belajar dapat dipahami sebagai tahapan perubahan seluruh tingkah laku individu yang relative menetap sebagai hasil pengalaman dan interaksi dengan lingkungan yang melibatkan proses kognitif.

Berkaitan dengan perlunya motivasi belajar, maka hal ini sangatlah penting artinya dalam proses belajar mengajar. Siswa belajar karena didorong oleh kekuatan mentalnya. Dimana kekuatan mental itu berupa keinginan, perhatian, kemauan dan cita-cita. Seoarng ahli psikologi pendidikan menyebitkan kekuatan mental yang mendorong terjadinya tersebut sebagai motivasi belajar. Dalam hal ini motivasi di pandang sebagai dorongan mental yang menggerakkan dan mengrahkan prilaku manusia terhadap belajar (Dimyati dan Mudjiono, 1999; 80). Motivasi memang sangat mendasari semua prilaku individu, bedanya ada yang dirasakan ada yang tidak, pada suatu prilaku yang angat kaut dan pada prilaku yang tidak kuat. Jadi bagi seorang pendidik motivasi ini sangatlah perlu artinya untuk meningkakan kualiatas pendidikan.

C. Jenis-Jenis Motivasi Belajar
Para ahli membagi motivasi menjadi dua macam yaitu:
1. Motivasi Intrinsik
motivasi intrinsik adalah hal dan keadaan yang berasal dari dalam diri individu sendiri yang dapat mendorongnya melakukan tindakan belajar. Yang termasuk dalam motivasi intrinsik adalah perasaan menyenangi materi tersebut untuk dirinya. Sebagaimana yang diungkapkan oleh Thorburgh (Prayitno,1989, 10) motivasi intrinsik adalah keinginan bertindak yang disebabkan oleh faktor pendorong diri dalam diri individu tanpa dipengaruhi oleh lingkungan.
Menurut Sudirman ada beberapa indikator motivasi intrinsik, diantaranya adalah:
a. Tekun dalam menghadapi tugas.
b. Ulet dalam menghadapi kesulitan dan tidak lekas putus asa, dan tidak cepat puas dengan prestasi yang diperolehnya.
c. Menunjukkan minat terhadap suatu masalh pelajaran.
d. Dapat mempertahankan pendapatnya.
e. Tidak mudah melepaskan hal yang sudah diyakini.
f. Senang mencari dan memecahkan masalah.

2. Motivasi Ekstrinsik
Motivasi ekstrinsik (Sadirman, 1990:90) diartikan sebagai motif motif yang aktif dan berfungsinya karena adanya perangsang dari luar. Prayitno (1989: 14) mendefinisikan motivasi ekstrinsik sebagi tujuan utama individu untuk melakukan kegiatan yang terletak diluar aktivitas itu sendiri. Menurut pandangan lain, Winkel (1984: 27) motivasi ekstrinsik merupakan bentuk motivasi yang didalamnya terdapat aktivitas belajar dan diteruskan berdasarkan suatu dorongan yang tidak secar mutlak berkaitan dengan aktivitas belajar yang dilakukan.

Sebagaimana yang dikemukakan diatas bahwa motivasi ekstrinsik adalah motivasi yang disebabkan oleh faktor pendorong dari luar individu. Dalam hal ini faktor yang paling berperan adalah guru. Seperti yang dikemukakan oleh (Prayitn, 1989: 94) ada beberapa indikator motivasi instrinsik yaitu:
1. Sikap Pengajar
Seorang pengajar diharapkan dapat menunjukkan kehangatan, antusias, perhatian dan keinginan untuk mendorong siswa dalam berprestasi.
2. Metode Mengajar
Seorang pengajar hendaknya memilih metode yang tepat dan baik. Karena pemilihan pemilihan metode yang tidak tepat akan menimbulkan kebosanan pada siswa dan ahirnya merendahkan motivasi belajar mereka. Selain itu pengajar harus memberi kesempatan pada siswa untuk berperan aktif dalam proses belajar, misalnya diskusi, observasi, dan sebagainya
3. Materi Pelajaran
Yaitu bahan ajar yang disampaiakn oleh guru kepada siswanya.
4. Penilaian
Adalah predikat yang diberikan oleh seorang pengajar kepada anak didiknya untuk mengetahui sejauh mana dalam penguasaan materi, keefektivan materi yang disampaikan dan keberhasilan dari proses belajar mengajar. Penilaian disisni bisa berupa prestasi hasil belajar ataupun penilaian tentang sikap, tingkah laku dan kepribadian anak secra menyeluruh (Soetomo, 1993:324)

D. Faktor Faktor Yang Mempengaruhi Motivasi Belajar
Beberapa faktor yang mempengaruhi motivasi belajar diantaranya adalah:
1. Faktor-faktor stimulasi belajar, yaitu segala hal diluar individu itu untuk mengadakan reaksi atau perbuatan belajar. Berikut ada beberapa hal yang berhubungan dengan faktor faktor stimulasi belajar:
a. Panjangnya bahan pelajaran
b. Kesulitan bahan pelajaran
c. Berartinya bahan pelajaran
d. Berat ringannya tugas
e. Suasana lingkungan eksternal

2. Faktor faktor metode belajar. Metode mengajar yang dipakai oleh guru mempengaruhi metode yang dipakai oleh si pengajar. Diaantara faktor tersebut adalah:
a. Kegiatan berlatih atau praktek
b. Overlearning dan Drill
c. Resitasi selama belajar
d. Pengenalan tentang hasil hasil belajar
e. penggunaan modalitet indera (oral, visual, dan kinestetik)
f. Bimbingan dalam belajar
g. Kondisi kondisi insentif (Situasi eksternal yang yang mempengaruhi individu)

3. Faktor faktor individual
a. Kematangan (pertumbuhan fisiologisnya)
b. Faktor usia kronoligis
c. Faktor perbedaan jenis kelamin
d. Pengalaman sebelumnya
e. Kapasitas mental
f. Kondisi kesehatan jasmani
g. Kondisi kesehatan rohani

E. Usaha Usaha Untuk Meningkatkan Motivasi Belajar
Agar para siswa memiliki motivasi yang tinggi, beberapa usaha yang perlu di lakukan oleh guru untuk meningkatkan motivasi siswa, diantaranya adalah:
a. Menjelaskan manfaat dan tujuandari pelajaran yang diberikan
b. Memilih materi atau bahan pelajaran yang betul betul dibutuhkan oleh siswa
c. Memilih cara penyajian yang bervariasi, sesuai dengan kemampuan siswa dan banyak memberikan kesempatan kepada siswa untuk mencoba dan berpartisipasi
d. Memberikan sasaran dan kegiatan kegiatan antara sasaran akhir dari kegiatan belajarsiswa adalah lulus dari ujian akhir
e. Berikan kesempatan pada siswa untuk sukses dengan meningkatkan motivasi belajar
f. Berikanlah kemudahan bantuan dalam belajar
g. Berikanlah pujian, ganjaran atau hadiah

Sumber: www.kabar-pendidikan.blogspot.com, www.arminaperdana.blogspot.com, www.kmp-malang.com