Adzan

Adzan dalam Bepergian

Sebagai mahluk sosial, manusia tidak mungkin hanya hidup sendiri mematung selamanya di dalam rumah. Allah menciptakan dunia yang sangat luas. Kita dianjurkan oleh Allah untuk fantasyiruu fil ardl. Nabi Muhammad SAW sendiri dalam berdagang sampai jauh beratus-ratus kilometer. Memang itu semua adalah perintah dari Allah SWT agar manusia selalu berusaha untuk mencari rizki.

Walaupun sedang menempuh perjalanan jauh sebagai orang Islam, masih diwajibkan untuk mengerjakan sholat. Sholat harus selalu dilakukan dalam situasi dan keadaan bagaimanapun selagi akal masih bisa digunakan untuk berfikir. Sudah menjadi maklum, di masjid atau musholla sebelum sholat berjamaah dimulai, adzan dan iqomah selalu dikumandangkan. Akan tetapi timbul masalah ketika seseorang sedang dalam bepergian, dan tidak menemui masjid atau musholla. masih perlukah adzan dan iqomah? Bid’ahkah hal tersebut? adakah tuntunannya dalam Islam? Dalam kitab Aunul Ma’bud dijelaskan faidah dan fungsi dari adzan dalam bepergian, yakni disamping mengingatkan seseorang bahwa waktu sholat sudah masuk, juga mengingatkan malaikat dan jin. Karena mereka juga menjalankan sholat sebagaimana orang-orang Islam menjalankannya, yang kemudian pahala sholat para malaikat diberikan kepada orang-orang yang ikut berjamaah di tempat tersebut.

وَفَائِدَة تَأْذِينه إِعْلَام الْمَلَائِكَة وَالْجِنّ بِدُخُولِ الْوَقْت فَإِنَّ لَهُمْ صَلَاة أَيْضًا ، وَشَهَادَة الْأَشْيَاء عَلَى تَوْحِيده وَمُتَابَعَة سُنَّته وَالتَّشَبُّه بِالْمُسْلِمِينَ فِي جَمَاعَتهمْ . وَقِيلَ إِذَا أَذَّنَ وَأَقَامَ تُصَلِّي الْمَلَائِكَة مَعَهُ وَيَحْصُل لَهُ ثَوَاب الْجَمَاعَة وَاَللَّه أَعْلَم

Dalam kitab Sahih Tirmidzi disebutkan:

عن مالك ابن الحويرث قال قدمت على رسول الله J انا وابن عم لي فقال لي إذا سافرتما فأذّنا وأقيما وليؤمّنّ أكبركما

(صحيح ترمذي في باب ما جاء في الأذان في السفر)

“Keterangan dari Malik bin Huwairits beliau berkata: suatu ketika saya dan putera pamanku menghadap Rasulullah SAW. Kemudian beliau berkata kepadaku: apabila kalian bepergian maka adzanlah dan iqomahlah (ketika hendak sholat), kemudian hendaklah menjadi imam orang yang lebih tua di antara kalian.”

Dari pemaparan hadis di atas sangat jelas adzan dan iqomah sunnah dilakukan dan sangat diajurkan oleh Nabi walaupun sedang dalam bepergian. Sebagaimana anjuran Nabi kepada Malik bin Huwairis dan saudara sepupunya saat sowan kepada Rasulullah SAW. Di sana mereka berdua diberi nasehat oleh Nabi, bahwa jika sedang dalam bepergian dan hendak mengerjakan sholat fardlu maka sebaiknya salah satunya adzan dan iqomat.

Selain adzan dan iqomat, dalam hadis tersebut juga dijelaskan bahwa imam sholat juga dipilih yang lebih tua usianya. Yang tentunya juga lebih pandai dalam agama dan lebih baik bacaan al-Qur’annya.

2 Komentar (+add yours?)

  1. ahmad zubair
    Mar 31, 2010 @ 15:06:37

    gus mau tanya…kalo misalnya imamnya tua…tapi bacaannya kurang fasih…sedangkan ada remaja/pemuda yang bacannya lebih fasih…yang lebih afdol jadi imam siapa ?

    Balas

    • singopadon
      Jan 05, 2012 @ 10:40:34

      lebih diutamakan yang bacaannya lebih fasih..

      Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s